5 Gejala Ini Bisa Menandakan Saluran ASI Tersumbat

5 Gejala Ini Bisa Menandakan Saluran ASI Tersumbat

Menyusui adalah salah satu interaksi alami yang diberikan oleh ibu kepada buah hatinya. Nah, pengalaman masing-masing ibu dalam menyusui si kecil tidak selalu sama. Ada yang bisa memberikan ASI dengan lancar. Sebaliknya, ada juga yang mengalami masalah sehingga menghambat pemberian ASI. Satu di antara beberapa masalah saat menyusui yakni ketika saluran ASI tersumbat. Lalu apa yang harus dilakukan agar tetap bisa memberikan ASI?

Tanda saluran ASI tersumbat

Payudara tersusun dari berbagai saluran yang bertugas untuk mengalirkan susu dari kelenjar susu menuju ke puting payudara. Sayangnya, kelenjar susu bisa mengalami masalah yang kemudian menyumbat aliran ASI. Kondisi ini dapat terjadi kapan pun, baik saat Anda baru memulai fase menyusui atau sudah berjalan beberapa waktu lamanya, seperti dijelaskan oleh Rebecca Kramer, RN, selaku konsultan laktasi di Gundersen Health System di La Crosse, Wisconsin, Amerika Serikat.

Jangan sepelekan bila tiba-tiba Anda menyadari pembengkakan pada payudara disertai rasa sakit. Selain itu, beberapa gejala lainnya yang harus Anda perhatikan saat saluran ASI tersumbat, seperti:

  • Muncul benjolan kecil pada payudara (atau mungkin sudah membengkak)
  • Payudara sakit saat disentuh
  • Payudara terasa panas
  • Aliran susu lebih lambat di salah satu atau kedua sisi payudara
  • Tekstur kulit di area payudara tertentu terasa lebih keras

Di sisi lain, Anda mungkin mengamati si kecil yang tampak lebih rewel saat sedang menyusui. Pasalnya, bayi akan merasa kesulitan saat berusaha untuk mengisap puting susu Anda, karena menganggapnya berbeda daripada biasanya.

Dalam beberapa kasus, sumbatan di dalam saluran payudara bisa menyebabkan Anda mengalami demam. Jika ini terjadi, kemungkinan besar Anda terkena infeksi payudara.

Tips mengatasi saluran ASI tersumbat

Bagi Anda yang sedang menyusui bayi, tidak tuntas ketika memberikan ASI juga bisa memicu penumpukan susu di dalam kelenjar payudara sehingga sulit untuk keluar dengan lancar. Maka itu, salah satu kunci agar saluran ASI kembali bisa mengalir dengan lancar adalah dengan menyusui secara bergantian di kedua sisi payudara sampai benar-benar selesai.

Sebagai pilihan lain, Anda bisa menggunakan pompa payudara untuk memeras sisa ASI yang mungkin masih tersisa di dalam payudara. Terutama bila si kecil tidak mampu untuk menyusui sampai selesai.

Meski mungkin terasa agak sakit, tidak ada salahnya untuk rutin memijat payudara Anda secara perlahan.

Mulailah dari bagian paling atas payudara, hingga berangsur-angsur turun ke bawah menuju puting. Cara ini disinyalir bisa membantu melancarkan saluran di dalam payudara yang tersumbat. Di samping itu, berbagai trik lain yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat pemulihan, seperti:

  • Memakai kompres hangat selama kurang lebih 20 menit di bagian payudara yang tersumbat.
  • Mengubah posisi menyusui, dengan mengarahkan dagu dan mulut bayi ke sisi payudara yang mengalami penyumbatan. Tujuannya agar proses menyusui lebih mudah dan bisa sampai tuntas.
  • Menyusui bayi dengan posisi Anda berada di atas si kecil. Posisi payudara yang mengarah ke bawah akan membantu memperlancar keluarnya ASI.
  • Beri pijatan pada payuda sembari Anda menyusui bayi.
  • Tempelkan kompres hangat beberapa menit sebelum hendak menyusui bayi, guna mempermudah keluarnya ASI.

Jika sudah cukup parah, saluran ASI yang tersumbat mungkin sulit untuk disembuhkan hanya dengan melakukan pengobatan rumahan saja.  Segera konsultasikan dengan dokter mengenai masalah yang Anda alami selama masa menyusui sebelum nantinya berkembang semakin parah.

sumber : hellosehat.com

Post sebelumnya Post setelahnya

Our Brands